YOGYAKARTA — Research Laboratory of Theology STTII Yogyakarta kembali menyelenggarakan kegiatan akademik penting melalui acara Seminar Mahasiswa dan Dosen yang berlangsung meriah pada tanggal 21 hingga 23 September 2026. Bertempat di Gedung Kapel Chris Marantika STTII Yogyakarta, kegiatan ini juga memfasilitasi peserta secara daring melalui platform Zoom sehingga dapat diakses secara luas.
Acara yang mengangkat tema utama "Teologi Sastra Hikmat: Menavigasi Keterbatasan Eksistensi Manusia di Bawah Kedaulatan Allah" ini dirancang sebagai wadah diskusi teologis yang mendalam. Kegiatan ini diikuti oleh civitas akademika dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari mahasiswa program strata satu (S1) hingga program doktoral (S3), serta dihadiri pula oleh para alumni. Di bawah bimbingan Dosen Pendamping Dr. Farel Yosua Sualang, M.Th., rangkaian seminar ini menghadirkan pemaparan makalah dari para pembicara muda yang kritis dan solutif.
Pada sesi pemaparan materi, seminar ini menghadirkan tiga pembicara utama dengan topik-topik spesifik:
- Feriyanto Adolof, S.Pd. memaparkan materi bertajuk "Ratapan Tanpa Resolusi: Analisis Komparatif Ayub 3 dalam Konfrontasinya dengan Struktur Mazmur Ratapan". Dalam pemaparannya, ia mengkaji bagaimana bentuk pergumulan eksistensial manusia di dalam Kitab Ayub disajikan secara unik dibandingkan dengan struktur mazmur ratapan pada umumnya.
- Leonardo Israel Mamesah membawakan topik "Suatu Keterkaitan Antara Kehendak Tuhan dan Perencanaan Manusia: Kajian Hermeneutika Amsal 19:21". Pembahasan ini menyoroti bagaimana batasan serta kedaulatan Tuhan beririsan langsung dengan rancangan masa depan yang dibuat oleh manusia.
- Edward Sahat Bintang Silalahi menyampaikan materi berjudul “Optimisme Kosong dalam Kehidupan Manusia:” Suatu Konsep Hebel dalam Kitab Pengkhotbah 1:2-11. Ia mengupas makna konsep hebel (kesia-siaan) guna membongkar ilusi optimisme palsu di tengah realitas kehidupan dunia yang fana.
Melalui penyelenggaraan seminar ini, Research Laboratory of Theology STTII Yogyakarta berharap dapat terus mendorong tradisi riset teologis yang kokoh, adaptif, serta memperkuat pemahaman spiritual mahasiswa dan dosen dalam menghadapi kompleksitas kehidupan modern di bawah kedaulatan mutlak Allah.